Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono mengomentari terkait Danantara untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Melalui cuitan unggahan video diakun X pribadinya, Arief Poyuono menyebut Danantara adalah aset masa depan untuk Indonesia.
Diisi oleh Dewan Penasehat yang berkompeten di bidangnya seperti Thaksin Shinawatra, Jokowi Widodo serta Susilo Bambang Yudhoyono ini bisa menjadi sangat baik.
“Danantara itu masa depannya Indonesia untuk anak cucu,” katanya.
“Dengan Danantara terus dengan penasehatnya yang berkelas International seperti Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra dan ada Jokowi dan SBY,” sebutnya.
Salah satu dampak besar dari hadirnya Danantara ini menurut Arief Poyuono tentu ke rakyat lewat pertumbuhan ekonomi.
“Danantara inilah masa depannya Indonesia yang akan memberikan dampak ekonomi bagi kesejahteraan rakyat Indonesia,” sebutnya.
Tak tanggung, ia memprediksi lewat Danantara pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 11 persen asalkan menurutnya diurus dengan benar.
“Saya yakin dengan Danantara pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak 8 persen tapi 11 persen dua digit kalau benar urusnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anggota Nusantara (BPI Danantara) resmi mengumumkan struktur kepengurusan lengkap. Pengumumannya disampaikan langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) atau Direktur Utama Danantara, Rosan Perkasa Roeslani di Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.
Manajemen Danantara diisi oleh sosok yang berasa dari luar negeri alias bule. Diantara kursi yang ditempati adalah Dewan Penasihat di antaranya, Ray Dalio sebagai pendiri Bridgewater Associate.
Terdapat ekonom dan akademisi global Jeffrey Sachs, Equity Portfolio Manager Capital Group, F Chapman Taylor, serta mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra.
Di jajaran management director ada Lieng-Seng Wee dan Yup Kim. Wee menjabat sebagai managing director risk and sustainability, sedangkan Kim akan bertanggung jawab atas Komite Investasi dan Portofolio.
Diketahui, total aset Danantara bisa tembus Rp10.000 Triliun. Itu dari rincian aset 10 BUMN yang masuk dalam jajaran proyeksi Danantara dengan total aset 9.924.23 Triliun.
Berikut rinciannya:
PT Pertamina (Persero) 2174.21 Desember 2023
PT PLN (Persero) 1691.21 Juni 2024
PT Bank Rakyat indonesia (Persero) Tbk 1826.72 Januari 2025
PT Bank Negara indonesia (Persero) Tbk 1078.38 Januari 2025
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1923.39 Januari 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk 285.13 September 2024
MIND ID (Mining Industry indonesia) 259.18 Desember 2023
PT Jasa Marga (Persero) Tbk 140.73 Desember 2024
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk 78.67 September 2024
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 469.61 Desember 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar