Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyampaikan Singapura menunjukkan minat untuk melakukan investasi dalam sektor energi hijau di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ketertarikan untuk berinvestasi di IKN ini merupakan bagian dari rencana investasi hijau yang akan dibicarakan lebih lanjut ketika Rosan melakukan kunjungan resmi ke Singapura pada pekan depan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak Indonesia dan Singapura akan mendiskusikan berbagai peluang investasi yang terkait dengan energi hijau, termasuk tenaga listrik dan konsumsi energi yang lebih ramah lingkungan di IKN.
Rosan menyebutkan bahwa kunjungan ke Singapura tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan resmi yang diterima dari pemerintah Singapura.
Dalam kunjungannya, ia akan bertemu dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar Singapura, termasuk Temasek Holdings Limited dan Government of Singapore Investment Corporation (GIC).
Rosan juga dijadwalkan bertemu dengan sejumlah kementerian Singapura, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perdagangan, serta Singapore Economic Development Board (EDB).
Agenda Rosan di Singapura tergolong padat, dengan berbagai pertemuan yang berlangsung dari hari Senin hingga Rabu.
Selain pertemuan dengan BUMN dan kementerian, Rosan juga akan berdialog dengan beberapa perusahaan besar lainnya di Singapura.
Namun, hingga kini, Rosan belum dapat memprediksi nilai investasi yang mungkin diperoleh dari kunjungan ini.
Hal ini dikarenakan agenda tersebut merupakan undangan resmi dari pemerintah Singapura yang ingin langsung berdiskusi dengan pihak BKPM.
Rosan optimistis bahwa dengan regulasi investasi yang jelas, Singapura akan terus meningkatkan investasinya di Indonesia, meski persaingan dengan negara tetangga yang juga melakukan reformasi kebijakan investasi tetap menjadi tantangan.
Selain fokus pada Singapura, Rosan juga diberi mandat oleh Presiden Joko Widodo untuk menggenjot investasi asing di Ibu Kota Nusantara.
Presiden Jokowi berharap pembangunan IKN dapat didukung oleh investasi dari berbagai negara, tidak hanya dari investor lokal.
Dengan latar belakangnya di dunia investasi, Rosan dianggap memiliki kapasitas untuk menarik investor asing, terutama dari negara-negara yang telah berpengalaman berinvestasi di Indonesia.
Selain investasi asing, Rosan juga mendapat tugas untuk melanjutkan target investasi nasional sebesar Rp1.650 triliun, yang hingga saat ini sudah mencapai 50,3%.
Presiden Jokowi menugaskan Rosan untuk mempercepat hilirisasi mineral, terutama nikel dan bauksit, serta sektor pertanian dan perkebunan.
Semua upaya ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan IKN dan mencapai target investasi yang telah ditetapkan.
Dalam dua bulan terakhir masa jabatannya, Presiden Jokowi meminta Rosan untuk mengakselerasi seluruh tugas yang ada.
Dengan akselerasi ini, diharapkan target-target investasi dan pembangunan di IKN dapat tercapai sebelum akhir masa jabatan Jokowi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar