Asta Cita menjadi misi yang
diusung Pemerintahan Prabowo Subianto sekaligus menjadi arah kebijakan nasional
dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Salah satu yang menjadi fokus,
yakni memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian
bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau,
dan ekonomi biru.
Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan dalam rangka mencapai tujuan
tersebut, pemerintah terus berupaya menggalang sinergi nasional yang erat guna
memastikan terjaganya stabilitas ekonomi serta terwujudnya kesejahteraan masyarakat
di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Beberapa di antaranya, yakni
peluncuran 15 paket stimulus ekonomi untuk kesejahteraan di awal 2025, kenaikan
UMP sebesar 6,5 persen, penghapusan utang macet bagi UMKM, perpanjangan
penyimpanan DHE Sumber Daya Alam di dalam negeri.
Selain itu, upaya menjaga daya
beli masyarakat melalui program penurunan harga tiket hingga 10 persen saat
libur Nataru dan program belanja murah Harbolnas, BINA, dan EPIC Sale di akhir
2024.
Melalui berbagai langkah
strategis yang telah diambil, pemerintah optimistis dapat mencapai target
pertumbuhan ekonomi 8 persen pada tahun 2028, seiring dengan peningkatan
investasi dan diversifikasi pasar internasional.
Menko Airlangga menegaskan
sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan dunia usaha akan menjadi kunci
keberhasilan dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang semakin kompleks.
Dia juga menegaskan stabilitas
nasional yang kuat akan menjadi landasan utama bagi keberlanjutan pembangunan
dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
"Saya ingin menyampaikan
apresiasi yang setinggi-tingginya kepada jajaran TNI dan Polri atas dedikasi
luar biasa dalam menjaga stabilitas yang menjadi fondasi penting bagi
pembangunan ekonomi nasional,” ucap Menko Airlangga.
Lebih lanjut Menko Airlangga
menyampaikan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua aspek utama
yang harus diperkuat untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Pemerintah juga
telah mengalokasikan anggaran guna memastikan ketersediaan pangan.
Upaya swasembada pangan juga
dilakukan guna mengurangi ketergantungan impor dan meningkatkan produksi dalam
negeri.
Terkait upaya pengendalian
inflasi, Menko Airlangga menyampaikan Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah
(TPIP-TPID) telah berhasil menekan inflasi pada kisaran 1,5 persen, lebih
rendah dibandingkan era sebelumnya yang mencapai 5 persen.
Hal ini sekaligus menjadi
bukti konkret kontribusi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Kontribusi sinergi TNI-Polri
juga diperlukan dalam upaya pemberantasan praktik penyelundupan yang telah
secara nyata merugikan perekonomian nasional.
Selain diharapkan dapat
mencegah masuknya barang-barang ilegal, seperti di sektor perikanan, pertanian,
dan tekstil, sinergi yang baik antara TNI-Polri juga diharapkan mampu
menciptakan iklim usaha yang lebih sehat dan kompetitif serta berujung kepada
terjaganya stabilitas perekonomian nasional.
Saat ini, kata Menko
Airlangga, pemerintah telah mengembangkan 24 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk
menarik investasi di berbagai sektor strategis, termasuk sektor manufaktur,
ekonomi digital, kesehatan, pendidikan, serta juga kegiatan dalam bentuk maintenance,
repair, dan overhaul untuk pesawat.
Secara kumulatif mulai dari
2012 sampai dengan 2024, KEK telah mencatat capaian investasi sebesar Rp 256,7
triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 156.208 orang dan melibatkan
sebanyak 394 pelaku usaha.
Selain itu, keikutsertaan
Indonesia dalam berbagai kerja sama ekonomi global, seperti BRICS, OECD, RCEP,
dan CPTPP, menjadi strategi utama dalam meningkatkan daya saing nasional.
“Sekarang Malaysia, Singapura
kepingin bikin lagi data center dengan Kawasan Ekonomi Khusus. Kita memerlukan
speed untuk merespons lagi supaya investasi ini lari ke Indonesia,” pungkas
Menko Airlangga.
Sebagai informasi, acara yang
dihadiri Presiden Prabowo Subianto tersebut, turut hadir di antaranya Menteri
Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto,
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, para Kapolda dan Panglima Kodam, serta
Staf Ahli Kemenko Perekonomian Bidang Pembangunan Daerah Haryo Limanseto.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar